IDENTIFIKASI AREA YANG TERDAMPAK BENCANA ALAM DENGAN MEMANFAATKAN DATA SPASIAL OSM (OPENSTREETMAP)

  • Yan Watequlis Syaifudin Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang
  • Rudy Ariyanto Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang
  • Suprihatin Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang

Abstract

Identifikasi area adalah kegiatan pengumpulan informasi tentang suatu wilayah. Kota Malang merupakan salah satu kota rawan bencana, hal ini terjadi karena Malang terletak pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut. 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan dikelilingi gunung-gunung : Gunung Arjuno di sebelah Utara, Gunung Semeru di sebelah Timur, Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat, Gunung Kelud di sebelah Selatan sehingga berpotensi terjadinya bencana alam.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka dibutuhkan identifikasi area bencana alam secara terpusat dengan membentuk radius (circle). Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan aplikasi pilihan yang tepat untuk melakukan berbagai macam proses, seperti pendefinisian penyebab bencana, proses digitalisasi peta, resiko bencana dengan penggunaan ilmu Geometri dan perhitungan Haversine Formula.

Ilmu Geometri merupakan metode utama dari proses analisa data pada OpenStreetMap. Untuk menghasilkan wilayah atau area secara terpusat maka dilakukan pengelolaan data spasial pada OpenStreetMap dan perhitungan Haversine Formula untuk mencari jarak terpendek pada titik pusat lokasi kejadian bencana. Data-data tersebut di proses dengan menggunakan ilmu Geometri untuk menganalisa terjadinya bencana dengan sistem radius. Dari data tersebut dapat diketahui area yang terdampak bencana alam.

Published
2018-08-31